Rasa Sakit Yang Menyelamatkan

Pilihan.

Hidup ini tidak lepas dari memilih dan dipilih bukan?

Karena hidup tidak akan lepas dari jalan bercabang yang membuat kita harus memilih di antara salah satunya.

Dan di setiap ingin memilih jalannya, ada suatu hal yang kita rencanakan. Mau milih jalan apa, dan ke depannya ingin bagaimana. Tak sedikit dari kita yang sudah membayangkan berpikir jauh ke depan setiap detail perjalanannya sesuai dengan ekspektasi yang kita inginkan.

Amat senang bagi kita jika ekspetasi itu tercapai sesuai rencana. Namun, kenyataannya.. jalan hidup sering kali menjadi jalan yang tidak kita inginkan. Kemudian kita kecewa, menangis, sesak, dan selalu mempertanyakan kenapa itu terjadi.

Namun, suatu hal yang tidak luput dari yang kita ketahui. Bahwa Tuhan tidak akan pernah lengah dari setiap perjalanan yang kita tempuh. Bahkan setiap perjalanan itu adalah rencana-Nya yang ada kejutan indah di setiap ujung jalannya, hanya saja, saat di awal dan di pertengahan perjalanan kita belum mengetahui.

Tak jarang saat di akhir perjalanan setelah melewati masa masa pahit, kita bersyukur dan sujud syukur. Kemudian menyesal telah merasa murka di awal.

Ya, terkadang, rasa pahit yang kita rasakan justru menyelamatkan kita di masa depan.

Contoh dari kejadian ini adalah ketika kita sedang berada di momen memilih pasangan hidup terbaik untuk diri kita yang akan hidup bersama kita untuk selama-lamanya. 

Mulai menilai sana sini, walaupun yang kita nilai itu belum tentu jodoh kita, namun ada kemungkinan bisa menjadi jodoh kita. Mulai coba memilih dia atau dia, padahal belum ada pilihan jodoh yang datang dari lamaran, ta'aruf, atau sebagainya. Tapi.. namanya manusia, menurutku itu wajar, selama tidak ada pihak yang dirugikan.

Ada banyak lawan jenis yang kita temui sejak dari kecil hingga kita dewasa. Ketika kita sudah memiliki pikiran yang matang, ada kalanya kita berada di titik kita ingin menikah dan sudah butuh untuk menikah. 

Ada banyak lawan jenis yang sudah ditemui oleh kita kala itu. Ada yang kita merasa cocok dengannya, ada yang tidak. Ada yang nyambung, ada yang tidak nyambung. Tak jarang, kita menaruh perasaan pada orang yang tidak kita harapkan. Orang yang justru tidak sesuai dengan kriteria yang kita butuhkan, dan orang yang selalu berseberangan pola pikirannya dengan kita.

Disisi lain, di saat itu kita pun menemukan seseorang yang memiliki sifat, feels, dan pola pikir yang selalu hampir sama dengan diri kita, seperti cerminan diri. Bahkan saat kita mengingatnya saja ada energi positif yang timbul darinya, membuat kita menjadi lebih baik dalam segala hal, baik itu hal duniawi maupun untuk bekal di akhirat kelak. Terkadang kita bingung mengapa hal itu terjadi dan mengapa kita bisa merasakannya, padahal kita tidak mempunyai perasaan apapun dengannya, baik rasa cinta, suka, ataupun kagum. Atau mungkin pernah menaruh perasaan kemudian hilang tanpa jejak, namun kecocokan yang kita rasakan terhadap orang tersebut masih sama, dan orang tersebut sepertinya pun juga merasakan hal yang sama (menurut sudut pandang pikiran kita sendiri).

Di saat yang sama pula kita menyukai lawan jenis yang lain, yang sama sekali tidak cocok bagi kita. Seseorang yang ketika kita mengingat dan berinteraksi dengannya membuat kita sering merasa insecure, sering sedih dan menangis, selalu berseberangan prinsip dan pikiran, gelisah, bahkan menjadi tidak lebih baik. Parahnya lagi orang tersebut tidak menyukai kita.

Lalu, apa yang akan terjadi jika kita memperjuangkan orang yang kita sukai dan kita cintai tersebut, namun dia tidak cocok untuk kita bahkan sepertinya tidak baik buat kita, serta tidak menyukai kita? 

Apakah kita akan bahagia dunia akhirat? atau justru kita akan terkekang dan menderita selamanya?

Aku pernah melihat orang yang sudah melakukannya, dan jawabannya dia tidak bahagia, terkekang, tidak bisa menjadi dirinya sendiri, menjadi pribadi yang lebih buruk, dan menderita sepanjang hidup. Hanya di awal pernikahan saja dia merasa senang karena sudah memiliki orang yang dia cintai. Namun, ketika dia menyadari orang yang dia cintai dan dia nikahi itu menerima lamaran dan nikahnya karena terpaksa, kemudian dia dituntut ini itu, bagaimana rasanya? tersiksa bukan? Dunia yang awalnya berasa surga berubah menjadi neraka jahannam untuk selama-lamanya.


Aku pelajari sebuah perkataan berharga dari Jack Ma, yaitu: "Jika kamu ingin sukses, maka belajarlah dari kesalahan orang lain". 

Kesuksesan dalam hal ini, bagiku adalah termasuk kesuksesan dalam pernikahan dan rumah tangga.

Atas kesalahan orang lain yang aku ceritakan di atas, semoga kita tidak mengulanginya dalam kehidupan kita sendiri.


Jika memang orang yang cocok denganmu itu adalah jodohmu, walaupun sekarang belum bertemu lagi, pasti nanti akan dimudahkan jalannya, dan akan dipertemukan. 

Dan yang pasti dalam pernikahan, nikah adalah ibadah, dan untuk ibadah yang benar maka harus dengan niat yang benar. Nikah adalah ibadah selamanya, maka harus ada akar yang kuat dan batang yang tangguh untuk menopangnya.

Jika nikah hanya bertujuan untuk memiliki orang yang kita cintai maka jika yang dimiliki itu merasa terpaksa dimiliki kita, dan membuat kita seolah sangat bersalah, kita akan sengsara selamanya.

Jika nikah itu hanya bertujuan untuk menyatukan cinta di awal sebelum menikah, maka jika cinta itu telah dipudarkan oleh rasa bosan, akarnya tidak akan begitu kuat.

Jika nikah itu bertujuan untuk menyatukan visi dan misi serta niat yang sama untuk ibadah, berbuat kebaikan bersama sebanyak-banyaknya dan mencari ridhoNya, maka akar pernikahannya akan semakin kuat.


Jadi.. tau kan kesimpulannya apa?


Tak semua yang kita suka harus kita miliki, tidak semua orang yang kita cinta harus terus selalu membersamai. 

Ada kalanya kita perlu merasakan pahit ikhlas melepaskan di awal, dan merasa bahagia kemudian untuk diri kita dan untuk dia yang kita cintai, karena masing-masing diri kita dan dia sudah diberikan yang terbaik oleh-Nya yang membuat kita dan dia sama-sama merasa bahagia dunia dan akhirat pada perjalanan dan pada ujungnya.

Ada kalanya pahitnya kehidupan membawa kita pada keselamatan.


end :)

--------------

copyright: mr | @miirahmiii


Comments